Latar Belakang
Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang menggunakan air dengan kapasitas daya yang dihasilkan berkisar mulai beberapa ratus watt sampai 100 kW. Sedangkan bila daya yang dihasilkan berkisar antara 100 kW sampai 1 MW instalasi tersebut dapat digolongkan sebagai minihidro. Parameter penting dalam pengembangan suatu Pembangkit Listrik Tenaga Mikro/Minihidro (PLTMH) adalah kapasitas aliran air (debit) dan tinggi jatuh (head) dari sungai yang akan dikembangkan menjadi PLTMH.

Tahap awal pengembangan pembangkit listrik mikro/minihidro tersebut dimulai dengan mengadakan survei lapangan untuk mengetahui potensi sungai yang akan dikembangkan menjadi PLTMH. Untuk dapat melakukan survei tersebut perlu dilakukan beberapa persiapan yang matang sehingga survei dapat dilaksanakan dengan baik dengan hasil sesuai yang diharapkan.
Hal-hal yang harus dipersiapkan tersebut meliputi:
1. Jadual pelaksanaan
Survei harus direncanakan dengan sangat matang sehingga dapat diperoleh hasil yang memuaskan. Pemilihan waktu survei yang tepat adalah sangat penting mengingat di daerah kita terdapat dua musim yang sangat mempengaruhi perilaku aliran sungai, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Pelaksanaan survei untuk satu lokasi tertentu sebaiknya dilakukan minimal sebanyak 2 (dua) kali, yaitu saat puncak musim penghujan dan puncak musim kemarau sehingga laju aliran (debit) sungai maksimum dan minimum dapat diukur.
2. Tenaga pelaksana
Untuk dapat melaksanakan survei dengan baik minimal diperlukan:
a.3 (tiga) orang pelaksana survei yang mempunyai kecakapan mengoperasikan peralatan survei serta melakukan perhitungan dan analisis hasil survei.
b.1 (satu) orang pemandu penduduk setempat/lokal.
c.2 (dua) orang sopir perahu jukung untuk lokasi survei yang jauh ke arah hulu sungai, selain itu mereka juga berfungsi sebagai tenaga perintisan jalan.
3. Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam survei lapangan adalah sebagai berikut:
a. Perahu jukung untuk menjangkau lokasi survei.
b. 1 (satu) set peralatan GPS (Global Positioning System), misalnya Garmin III Plus yang dipergunakan untuk mengukur      koordinat posisi lokasi survei.

gps

c. 1 (satu) set peralatan Current Meter Counter Hydrological Services P/L Liverpool N.S.W Australi Type CMC       200/93-15 dengan Kincir No. 4-92.02 untuk mengukur laju aliran (debit) sungai.

current meter

d. 1 (satu) unit Stop Watch untuk mengukur lama pengambilan data pengukuran laju aliran (debit) sungai.
e. 1 (satu) set peralatan Theodolite, misalnya TOPCON TL-20 DP SN. A 75222 untuk mengukur profil/kontur lokasi survei.
f. 1 (satu) buah Bak Ukur.
g. 1 (satu) meteran kecil.
h. 1 (satu) buah Roll Meter Yamayo Million I2 100 m x 300 ft.
i. 2 (dua) buah Patok meter/Yalon.
j. 1 (satu) set alat tulis.
k. 1 (satu) pasang radio komunikasi.
l.  Perangkat lunak (software) pemetaan atau program aplikasi Google Earth™.

Metode Pengukuran
1.Pengukuran laju aliran (debit) sungai
Pengukuran debit aliran sungai dilakukan dengan menggunakan alat Current Meter Counter dengan memakai Kincir No. 4-92.02. Mengingat terjadi kerusakan penunjuk/display waktu pada peralatan Current Meter Counter maka digunakan Stop Watch untuk menghitung waktu pengukuran. Pengukuran dilakukan di sepanjang penampang melintang sungai dengan interval pengukuran setiap 1 (satu) meter lebar sungai.

ukur sungai

Untuk keakuratan data pengukuran maka pengukuran laju aliran (debit) ini dilakukan di 2 (dua) lokasi yang berlainan. Pengukuran dilakukan oleh 3 orang petugas, yaitu 1 orang mengoperasikan Current Meter Counter, 1 orang mengoperasikan kincir dengan stik pemegangnya, dan 1 orang sebagai pengukur jarak dan kedalaman ukur sekaligus sebagai pencatat hasil pengukuran. Hasil pengukuran disajikan dalam tabel sebagai berikut:

tabel

Berdasarkan hasil pengukuran di atas maka dapat dibuat gambar profil melintang sungai yang sedang diukur seperti yang ditunjukkan dalam gambar dibawah ini:

sungai

Dari pengukuran yang dilakukan dapat diperoleh hasil:
Lebar sungai di Lokasi Q2 = 7,0 m
Kedalaman maksimum = 0,39 m
Laju aliran (debit) air di Lokasi Q2 = 0,574 m3/s

2 .Pengukuran profil/kontur sungai
Pengukuran profil/kontur sungai dilakukan dengan menggunakan Theodolite. Dengan alat ini dapat pula diukur jarak antar titik pengukuran tanpa menggunakan roll meter lagi. Untuk beberapa lokasi pengukuran yang sulit/terkendala kondisi geografis maka pengukuran jarak dilakukan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS), walapun akan diperoleh hasil pengukuran yang kurang akurat. Pengukuran ini dilakukan oleh 3 orang petugas, yaitu 1 orang mengoperasikan Thedolite, 1 orang memegang patok meter/Yalon, 1 orang memasang/memegang bak ukur di patok meter/Yalon yang sedang dibidik.

inceng teodoluitbak ukur

Pengukuran posisi koordinat lokasi dilakukan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS).

ambil koordinat

Dengan menggunakan bantuan perangkat lunak/software pemetaan atau menggunakan program aplikasi Google Earth™ maka arah mata angin dan peta lokasi pada denah jalur pengukuran dapat ditentukan.
peta

Posisi pengukuran koordinat lokasi survei sebagai berikut:
Lokasi pengukuran Lokasi Q2: South 03°36’25.4″ East 115°05’00.8″

Profil/kontur alur sungai dapat digambarkan sebagai berikut:
kontur
3. Pengukuran tinggi jatuh (head)
Pengukuran beda ketinggian (head) dilakukan dengan menggunakan Theodolite merk TOPCON tipe TL-20 DP. Pengukuran dilakukan di sepanjang sungai dari hulu sungai, yang diperkirakan merupakan lokasi dam, sampai hilir, yang diperkirakan tempat instalasi mesin pembangkit. Jalur pengukuran digambarkan sebagai berikut:
head

Dari pengukuran tersebut dapat diperoleh hasil:
Tinggi jatuh (head) antara titik I dan F1 = 2,68 m
Tinggi jatuh (head) antara titik I dan B = 3,68 m

4. Pengamatan demografis
Lokasi survei terletak 2,5 km arah tenggara dari Desa Belangian atau sekitar 12,8 km arah tenggara dari dam PLTA Ir. P.M. Noor. Desa terdekat lain dari lokasi survei adalah Desa Paau (berjarak sekitar 4 km) dan Desa Kalaan (berjarak sekitar 7 km). Desa Belangian sekarang dihuni oleh sekitar 300 kepala keluarga/KK. Mata pencaharian utama penduduk desa ini adalah bercocok tanam/berladang, mencari ikan, mendulang intan dan berkebun karet. Selama ini penduduk menikmati aliran listrik dari mesin diesel yang diusahakan oleh PT PLN (Persero). Namun aliran listrik ini hanya dapat dinikmati pada waktu malam hari.

Perhitungan dan Analisis Potensi Mikrohidro
1. Perhitungan daya listrik
Secara teoritis daya listrik yang dapat dihasilkan dari tenaga air mengikuti persamaan berikut:
Daya Teoritis (P) = Debit Air (Q) x Head (H) x konstanta gravitasi (g)
Dengan P dalam kW, Q dalam m3/s dan g = 9,81 m/s2
Atau;
P = 9,81 x Q x H (kW)
Bagaimanapun, tidak ada sistem yang sempurna sehingga selalu terjadi kehilangan energi sewaktu energi potensial air diubah menjadi energi listrik. Besarnya energi yang hilang ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
Kerugian/losses pipa pesat/penstock
– Efisiensi turbin
– Efisiensi generator
– Efisiensi trafo
– Efisiensi jaringan
– Efisiensi sistem kontrol
– Efisiensi konstruksi sipil
Sehingga persamaan di atas menjadi:
Pnetto = 9,81 x Q x H x Et (kW)
Dengan Pnetto adalah Daya listrik yang dapat dimanfaatkan, Et = Efisiensi total sistem

Dari beberapa referensi dapat diketahui bahwa untuk sistem pembangkit kecil, sebagai acuan kasar dapat digunakan harga Et = 50% (http://www.itdg.com)

Dari hasil pengukuran yang telah dilaksanakan di atas maka dapat dihitung potensi mikrohidro yang dapat dihasilkan:
Pnetto = 9,81 x 0,574 x 3,62 x 50%
= 10,4 kW

2. Penambahan kapasitas mikrohidro
Untuk meningkatkan daya listrik yang dihasilkan PLTMH dapat digunakan tiga cara, yaitu:
Meningkatkan laju aliran (debit) air.
Meningkatkan tinggi jatuh (head).
Meningkatkan efisiensi sistem pembangkit.
Dari ketiga cara untuk meningkatkan daya output di atas, cara kedua dirasa paling memungkinkan untuk diterapkan di lapangan.
Beberapa cara dapat digunakan untuk meningkatkan tinggi jatuh (head) ini, diantaranya adalah dengan cara membendung hulu sungai dengan membangun suatu bendungan (dam) kecil. Dengan cara ini tinggi jatuh (head) total sistem instalasi pembangkit dapat ditingkatkan. Seberapa besar tinggi jatuh (head) dapat ditingkatkan tergantung dari besar dan tingginya bendungan (dam) yang dibangun.

KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL

Asumsi

Suku Bunga Bank

Diasumsikan BI rate sebesar 8,00%

Biaya Operasi dan Pemeliharaan

-      Pendapatan kotor

Apabila PLTMH direncanakan dengan kapasitas 100 kVA, cos phi 0.91, harga jual listrik sebesar Rp.600,00 per kWh dan mesin dioperasikan dengan Capacity Factor sebesar 70%, maka besarnya pendapatan kotor selama 1 tahun adalah:

Jual        = 0.7 x 0.91 x 100 kVA x 8760 jam/tahun x Rp.600/kWh

=  Rp. 334.807.200,00

-      Biaya operasional

Apabila untuk pengoperasian PLTMH untuk kapasitas 100 kVA tersebut diasumsikan diperlukan 1 (satu) orang supervisor dan 2 (dua) orang operator untuk kegiatan operasional dan maintenance, maka besarnya upah untuk 1 tahun adalah:

Upah       = 12 x ((1 x Rp. 1.500.000,00) + (2 x Rp. 1.000.000,00))

= Rp. 42.000.000,00 per tahun

-      Biaya pemeliharaan

Apabila besarnya ongkos pemeliharaan/maintenance sebesar 20% dari pendapatan, maka:

Mntc       = 0.20 x Rp. 334..000,00

= Rp. 66.961.440,00,00 per tahun

Sehingga total biaya operasi dan pemeliharaan selama 1 tahun adalah:

Biaya      = Rp. 42.000.000,00 + Rp. 66.961.440,00

= Rp. 108.961.440,00 per tahun

Untuk berbagai skema harga Capacity Factor lain diuraikan pada pembahasan selanjutnya.

Kurs / Nilai Tukar Mata Uang

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, diasumsikan nilai tukar mata uang US $ (DOLLAR) untuk 1 Rupiah nya adalah:

Kurs Jual     : 9.736

Kurs Beli      : 8.736

Sehingga Kurs Tengah 1 US $ = Rp. 9.236

Pendekatan Analisis

Cost adalah terdiri atas Capital Cost (Componen A), Fuel Cost (Componen C) dan O&M Cost (Componen B dan D).

Energy sales adalah Energy production dikurang rugi-rugi jaringan dan pemakaian sendiri (PS) dari energi produksi yang tidak terjual

Dalam hal ini, dalam hal ini perhitungan untuk PS diabaikan karena jumlah energi untuk pemakaian sendiri dianggap kecil.

Hasil Analisis

Bagi proyek pembangunan yang bersifat kompleks dan melibatkan dana yang besar diperlukan  analisis dan pengkajian aspek-aspek ekonomi dengan metode tertentu sebelum diambil keputusan  lebih lanjut. Beberapa metode yang dikenal luas pemakaiannya diantaranya adalah Pay Back Period, ROR dan  IRR.

a. Pay Back Period (Periode Pengembalian)

Periode pengembalian suatu investasi adalah periode dimana jumlah keuntungan yang didapat dari suatu proyek sama dengan investasi total yang ditanamkan. Investasi mempunyai prestasi baik bila periode pengembaliannya pendek. Kekurangan metode ini adalah tidak mempertimbangkannya pemasukan pada waktu periode pengembalian yang telah terlampaui, dan nilai waktu dari uang.

Pay Back Period dirumuskan dengan:

PB = I/Laba Tahunan

Dimana:

PB   = Pay Back Period

I      = Biaya Investasi

-   Perhitungan Biaya Investasi (I)

Merupakan perkiraan detil dari biaya investasi untuk proyek yang terdiri dari :

a. Biaya engineering design dan manajemen

b. Biaya pekerjaan sipil

c. Biaya transmisi

d. Biaya peralatan elektro mekanik

Seluruh komponen biaya yang terlibat dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Engineering design dan pengawasan pembangunan

Kegiatan tersebut dalam proyek PLTMH meliputi:

  • Studi kelayakan
  • Detil enjiniring desain
  • Pengawas pembangunan di lokasi
  • Commissioning

b. Pekerjaan sipil bangunan Air

Meliputi:

  • Pembuatan bendungan, pintu penyalur, pelimpah (intake dam) : beton/pasangan batu
  • Pembuatan bak penenang pintu air pada inlet dan outlet : pasangan batu bertulang beton dilengkapi dengan pintu air dan saringan sampah.
  • Saringan sampah : baja.
  • Saluran air intake ke turbin : Pasangan batu bertulang beton.
  • Bangunan rumah turbin/ pebangkit listrik (power house) : Pasangan batu bertulang dan pasangan bata.
  • Pembuatan dudukan/ pondasi pipa pesat saluran air dari saluran ke turbin.
  • Saluran buang : Pasangan batu, beton bertulang.

c. Pekerjaan Mekanikal

  • Pipa pesat: Baja roll dengan sambungan flens
  • Katup pintu air/ kran         : Baja
  • Turbin : Cross flow, Francis, Kaplan, Very Low Head Axial Turbine
  • Generator Synchronous : 3 phase 380 V, 50 Hz
  • Katup : Besi Cor, Bronze

d. Pekerjaan Elektrikal

  • Panel instrumen/ pengukur tegangan dan arus listrik
  • AVR (automatic voltage regulator)
  • Electronic load controller
  • Dummy load, 3 phase, 380 V
  • Kabel jaringan utama BC 16 twisted
  • Kabel jaringan distribusi BC 16
  • Transformator
  • Pembatas daya MCB
  • Tiang listrik

e. Training

Training meliputi training operator dan manajerial sebagai berikut:

  • Pelatihan operator
  • Pelatihan pengelola PLTMH

Besarnya investasi pembangunan PLTMH ditentukan oleh kapasitas daya yang akan dibangkitkan, desain sistem, dan jenis turbin yang akan dipasang. Harga standar untuk pembangkit listrik tenaga air mikro hidro adalah berkisar antara Rp.15.000.000 – Rp.25.000.000 per kVA terpasang.

Apabila kapasitas daya rencana adalah 100 kVA, maka perkiraan biaya investasi adalah sebesar (asumsi dengan biaya investasi Rp. 20.000.000,00 per kVA):

I               = 100 kVA x Rp. 20.000.000,00 / kVA

= Rp. 2.000.000.000,00

 

 

-   Perhitungan Laba Tahunan

Berikut ini diajukan 4 (empat) skema operasi PLTMH Rantau Balai yang berkapasitas 100 kVA dengan berbagai pola operasi: dengan harga Capacity Factor 40%, 50%, 60% dan 70%.

Hasil simulasi untuk perhitungan laba tahunan yang diperoleh tiap tahunnya disajikan dalam tabel  dibawah ini:

skema CF

Sehingga harga Pay Back Period (PBP) didapat sebesar:

hasil skema CF

Artinya, sebagai contoh, investasi yang ditanamkan sebesar Rp.2.000.000.000,00 akan kembali selama 10,66 tahun untuk PLTMH berkapasitas 100 kVA yang dioperasikan dengan CF sebesar 60%.

Rate of Return  (ROR)

ROR menunjukan  perbandingan laba tahunan terhadap investasi. Dengan demikian merupakan cara sederhana untuk mengukur keberhasilan suatu investasi. Bank Dunia menetapkan suatu proyek dianggap layak jika mempunyai ROR lebih dari 8%. Kelemahan kriteria ini tidak mempertimbangkan nilai waktu dari uang.

ROR dirumuskan dengan:

ROR = Laba Tahunan/Investasi Awal * 100%

Dari perhitungan sebelumnya (poin a) dan dengan menggunakan persamaan di atas maka harga ROR dapat dihitung sebagai berikut:

ror

Berdasarkan data dari Bank Dunia yang menetapkan batas minimum harga ROR sebesar 8,0% dianggap layak, maka proyek PLTMH untuk skema 3 dan 4 dianggap layak/feasible.

c. Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return

Metode ini memperhitungkan nilai waktu dari uang dengan analisis compound interest rate. Rumus yang dipakai adalah :

rumus NPV

Dimana :

NPV = Net Present Value (nilai sekarang)

At    = Laba pada tahun ke- t

n     = umur proyek (dalam tahun)

r      = interest (suku bunga)

I      = Investasi

Persamaan di atas memperlihatkan bahwa untuk umur proyek tertentu besar NPV sangat dipengaruhi oleh besarnya harga bunga ( r ). Dengan mengubah-ubah besar harga r, akan diperoleh suatu keadaan dimana NPV sama besar dengan I. Harga bunga yang didapat pada keadaan  ini disebut dengan Interrnal Rate of Return (IRR). Makna r dalam kriteria ini adalah besar suku bunga pinjaman komersial maksimal yang dijinkan agar BEP tercapai pada akhir umur proyek yang direncanakan. Konsekuensinya adalah jika besar suku bunga pinjaman sama dengan  besarnya  IRR maka pemasukan dari proyek tersebut akan habis hanya untuk membayar hutang pokok dan bunganya saja. Laba akan diperoleh  jika harga IRR berada diatas suku bunga pinjaman.

Ringkasan hasil simulasi yang telah dilakukan disajikan dalam tabel berikut:

Ringkasan hasil simulasi analisis NPV untuk bunga majemuk r = 8%

No.

CF

(%)

Periode

(tahun)

1

40

>24

2

50

>24

3

60

24

4

70

16

Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa apabila suku bunga pinjaman yang diambil sebesar 8,00% untuk proyek PLTMH Rantau Balai berkapasitas 100 kVA dan dioperasikan dengan CF 60%, proyek akan feasibel apabila umur proyek minimal 24 tahun. Apabila dioperasikan dengan CF 70% maka proyek akan feasibel apabila umur proyek minimal 16 tahun.

Kemudian berdasar hasil simulasi di atas dibuat satu buah simulasi lagi sebagai pembanding. Dari hasil simulasi diketahui bahwa untuk periode proyek selama 17 tahun dan PLTMH Rantau Balai dioperasikan dengan CF 70% maka suku bunga pinjaman yang boleh diambil adalah maksimal 8,45% .

Dibuat satu buah simulasi untuk berbagai kapasitas rencana untuk PLTMH Rantau Balai untuk melihat berbagai aspek ekonominya. Analisis dilakukan dengan metode PBP, ROR dan NPV&IRR dengan suku bunga r=8%. Hasil simulasi disajikan dalam tabel berikut ini:

skema op

Untuk keperluan pembangunan PLTMH perlu dilakukan study kelayakan yang lebih mendalam, menyangkut kajian teknis, ekonomi dan lingkungan.

41 Tanggapan to “Metode Sederhana Pengukuran Potensi Mikrohidro”

  1. Oscar saputra Says:

    Salam kenal
    Apa saja Aspek-aspek yang mempengaruhi kapasitas dari PLTMH…

  2. mazelisonk Says:

    Yth mas Oscar,
    sebagaimana telah dijelaskan pada tulisan di atas, parameter yang mempengaruhi kapasitas suatu PLTMH adalah:
    1. Debit (laju aliran air)
    2. Head (tinggi jatuh, beda ketinggian antara level atas air dan level bawah)
    Metode dan peralatan pengukuran kedua parameter tersebut sudah dijelaskan pada tulisan di atas.
    Terimakasih

  3. nurdin Says:

    yth mazelisonk

    brapa min debit dan head yg di butuhkan agar PLTMH itu layak dari segi ekonomin sosial?
    dari gambar tersebut, PLTMH diterapin pada sungai d hulu? apakah mungkin bila diterapin di hilir atau dengan air terjun?

    1. mazelisonk Says:

      Silakan mas, dibaca lagi satu studi kasus yang saya tambahkan dalam tulisan di atas.
      PLTMH mungkin saja diterapkan di hulu atau hilir asal secara teknis dan ekonomis memungkinkan, dengan air terjun tentunya lebih bagus karena head-nya yang tinggi. Nanti tinggal tergantung pemilihan jenis turbinnya saja yang bisa disesuaikan. Matur nuwun.. :)

  4. Dhani Says:

    Ass. Tolong beri penjelasan mengenai generator untuk Pltmh

    1. mazelisonk Says:

      Energi listrik PLTMH dibangkitkan oleh Generator Synchronous 3 phase 380 V, 50 Hz dan langsung disalurkan ke konsumen masyarakat sekitarnya melalui suatu ELC (Electronic Load Controller). Disamping itu PLTMH juga dilengkapi dengan Dummy Load (beban semu) 3 phase, 380 V. Jadi pengaturan output energi listrik yang dihasilkan tidak menggunakan seperangkat peralatan yang disebut governor yang umumnya digunakan untuk PLTA-PLTA berkapasitas besar. Jadi fungsi dummy load ini adalah untuk menggantikan fungsi governor.

  5. Dhani Says:

    Tolong ya

    1. mazelisonk Says:

      sudah dijawab ya mas, tks.

  6. basori Says:

    mohon saya dikirimin gambar desain ELC dan dumy load sebagai pengganti governor..
    atas infonya saya ucapkan terimakasih..

    1. mazelisonk Says:

      untuk detailnya saya ga punya mas.. :)
      terimakasih

  7. adi nugroho Says:

    salam kenal.
    dalam pembuatan plta, apakah asumsi penghitungan biaya pembangunan bisa dihitung per kVA?
    kalau yg saya baca di forum2(saya lupa), biaya pembangunan plta mencapai 1-2 juta US.
    menurut anada sendiri kira2 berapa biaya pembangunan plta /kVA nya?

    1. mazelisonk Says:

      Bisa saja pak, kVA khan bisa dik*onversi ke kW, begitu pula sebaliknya. Namun dari beberapa buku yang saya baca, umumnya dinyatakan dalam per kW.
      Menurut saya, untuk skala kecil (mikrohidro)biaya investasi per kW-nya memang lebih mahal dibandingkan untuk PLTA skala besar. Untuk biaya investasi mikrohidro yang kebetulan telah kita survei, silakan baca lagi tulisan di atas,
      Namun saya rasa harga ini tidak mengikat, mungkin Anda bisa menemukan perusahaan lain yang menawarkan harga lain yang berbeda.
      Terimakasih,, :)

  8. dar-son Says:

    mau tanya tentang alat untuk mngukur debit yang harga paling murah berapa dan tempat yang jual mana?

    1. mazelisonk Says:

      U harga sy kurang tahu mas, cb browsing mungkin banyak aj yg jual,tks.

  9. Danny Says:

    Tlg donk,
    Q pngn tau ttg pembangunan proyek PLTMH dgn PLTA dr sisi benefit cost analysis,kira” menurut anda lbh baek yg mana?
    Thx.

  10. Ronald Akuray Says:

    Hai,,,,
    Saya dari Papua, saya bertugas sebagai Fasilitator Kecamatan pada PNPM Mandiri Perdesaan Papua. Disina banyak sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk PLTMH. Saya ingin mengetahui lebih jauh tentang PLTMH dan kalau boleh ada kerja sama buat pembangunan di daerah saya. Trima kasih!!!

    1. Budi Says:

      Shalom, bung Ronald saya siap membantu dan kerjasama utk mengerjakan PLTMH dgn dana PNPM, hub CV. Tepat Guna Teknik 081330058005 ( Budi ) pengembang listrik pedesaan sejak tahun 1985,mksh GBU

  11. sii bocca odonk Says:

    maksih..
    cukup membantu saya mnyelesaikan tgs..
    hehe ^^

  12. Eddy Says:

    Mohon info rupiah dan dollar tahun berapa yang dipergunakan untuk perhitungan keekonomian mikrohyro dalam tulisan anda?
    Trims

    1. mazelisonk Says:

      1 US $ = Rp. 9.236
      Perhitungan tahun 2007 Pak,
      Tks.

  13. Adi Gunadi Says:

    Salam Kenal pak,

    mohon informasi bagaimana cara menghitung debit sungai yang sudah dibangun intake dam dengan data tinggi muka air di atas dam dan lebar effektif dam.
    terima kasih

    1. mazelisonk Says:

      dulu kita mengukur menggunakan alat, bukan atas dasar perhitungan menggunakan rumus.. :)

  14. sediaman Says:

    teringat damload dan governor ni pak, kalau governor kan dipasang pada turbin sehingga yg diatur itu kapasitas air yg masuk ke turbin, kalau damload setahu saya dipasang pada transformator, trus apakah tidak berpengaruh pada turbin jika kita hanya memakai damload, kemudian mana yang lebih efisien baik dari segi finansial dan perawatannya pak, mohon pencerahan nya pak


    1. Sepengetahuan saya untuk pembangkit mikrohidro dengan kapasitas kecil (sd beberatus kW) tidak perlu menggunakan governor untuk mengatur output bebannya, cukup dengan memasang dummy load aja.
      Tentu saja penggunaan governor akan lebih baik, namun aspek keekonomiannya perlu dipertimbangkan.
      Demikian pendapat saya pak, terimakasih atas kunjungannya.

      1. sediaman Says:

        dummy load yang bapak maksudkan ini yang electrik atau atau yg gimnana pak, apakah pakai kolam air atau sebagainya. dan bukankah kalau memakai dummy load kinerja turbin yang dipakai adalah maximumnya pak???. maaf sedikit lebih serius ni pak…hehehe…, abisnya jadi penasaran saya, karena saya selalu menggunakan governor


  15. Kolam mas,
    Kl pake governor juga ga masalah, saya rasa dalam membangun sebuah mikrohidro faktor ekonomi juga perlu diperhitungkan, dan dalam kajian kali ini kebetulan kita menggunakan dummy load.

    Silakan kalau Anda punya kajian lain yang menggunakan governor bisa di-share di sini keuntungan teknik dan ekonominya sehingga bisa menambah luas wawasan kita bersama.

    Forum ini adalah forum terbuka yang sengaja saya buat demi kecintaan dan kemajuan dunia hydropower di tempat kita..
    Terimakasih. :)

  16. rivt Says:

    Very clear, nice to share :)

  17. anugrh Says:

    Mohon pencerahan mas,
    saya agak bingung korelasi antara data curah hujan dengan debit sungai itu apa?lalu bagaimana menghitungnya?
    maaf mas jgn diketawain,saya bnr2 baru dlm hal PLTM.
    thx b4

  18. hiwasyul, banda aceh Says:

    mas artikelnya bermanfaat sekali, tapi saya agak kesulitan melihat tabel – tabel diatas agak kabur, mohon dikirim ke email saya yang lebih terang….

    terimakasih sebelumnya

  19. jose Says:

    Bisa kirim artikel ini k email saya, aku punya kajian sistem pembangkit yg baru mungkin bisa berguna…..

    Regards

  20. Qodri Says:

    Pak ada satu sungai yang akan dibangun beberapa PLTMH kira-kira jarak yang secara teknis bisa direkomendasikan berapa meter

  21. setiagraha Says:

    Salam sahabat.
    Naskah yang lengkap dan sangat mudah dipahami. Mohon ijin untuk dijadikan bahan tulisan. Trims.

  22. madyandi Says:

    mau tanya, klo mau bangun pltmh sekaligus dengan pembangunan bendungan, saluran pengendap dll habis berapa juta ya pak?
    misal untuk kapasitas 5kw

  23. agussetiawan Says:

    Assalamualaikum mas, untuk ukuran pltmh yang paling cocok tipe turbin apa? (kebayakan), dulu saya pernah lihat mikrohidro di daerah loksado daya sekitar 125 kW tipe turbinnya cross flow, dulu nasibnya terbengkalai, ngga tahu ya kalo sekarang sudah ada yang ngurusin atau ngga? makasih jawabannya

  24. Nas fq Says:

    Salam kenal
    Mas kira-kira penelitian apa yang bisa dilakukan untuk mikro hidro ini, saya bermaksud mengajukan dana untuk penelitian tersebut. Tks. Apabila ada detail perencanaan mikro hidro, mohon bisa diemail ke faqihn@yahoo.co.id. Salam

  25. ata Says:

    Wah mahal y mas. bisa minta rincian pembangunan nya mas. mdewa3@gmail.com

  26. chakon Says:

    Nila iinvestasi Per Kwh nya kira2 berapa pak (dalam Dollar) klo maw bangun PLTM

  27. sonny Says:

    trimakasih atas bantuannya

  28. Reza Permana Says:

    tulisannya mantap pak.. great share

  29. andit Says:

    bisa minta cara perhitungan sudu2 nya? dengan head dan debit diatas, berapa sudu turbinnya pak? trimakasih

  30. laksmi satwijayanti Says:

    Tanya dong, kalau sumber air kira2 bisa dimanfaatkan unt pltmh ga ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.